News Image

PT DAHANA (Persero) meraih penghargaan THE BEST STATE OWNED ENTERPRISE IN 2021 kategori BUMN Non TBK Non Keuangan, dalam acara TOP BUMN Awards 2021 yang diselenggerakan oleh media Bisnis Indonesia secara hybrid di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, dan zoom meeting, serta disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube bisniscom, Selasa, 30 November 2021.

 

Pada momen winner speech, Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Wildan Widarman menyampaikan, apresiasi yang didapat dari media Bisnis Indonesia merupakan hasil kerjasama seluruh insan DAHANA, dari dewan komisaris, dewan direksi, seluruh karyawan yang telah berjuang di tengah pandemik, serta konsumen yang telah mempercayakan produk dan jasa DAHANA untuk melayani kebutuhan.

 

“Syukur Alhamdulillah, atas kepercayaan yang diberikan Bisnis Indonesia kepada kami, mudah-mudahan ini menjadi motivasi kami untuk terus bergerak dan berkembang lebih baik lagi,” ujar Wildan.

 

Pada tahun 2020, perusahaan pelat merah yang bergerak di industri bahan peledak tersebut mencatatkan pendapatan sebesar 1,9 triliun, dan melakukan berbagai macam inovasi produk layanan, dan sistem manajemen, seperti memproduksi Dawagel yang handal dalam peledakan stuktur bebatuan kompleks, hingga memberlakukan Sistem Manajemen Anti Suap (SMAP), serta pembangunan beberapa pabrik bahan peledak yang menopang kemandirian nasional di bidang industri bahan berenergi tinggi.

 

Di ajang BUMN Appreciation Day yang membawa tema “Accelerating Economic Recovery”, DAHANA mampu melampaui 12 perusahaan BUMN non keuangan non terbuka lainnya yang masuk dalam penilaian juri. Penilaian penghargaan diambil dari seluruh laporan keuangan perusahaan, hingga strategi perusahaan dalam beradaptasi di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

 

Dalam sambutannya, Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Hariyadi Sukamdani menyampaikan, Bisnis Indonesia menyelenggarakan kembali acara pemberian penghargaan kepada BUMN sebagai bentuk apresiasi media massa kepada stakeholder. Peran BUMN sangat penting bagi perekonomian, terutama saat pandemik, BUMN juga hadir sebagai pelayan publik, dan menjadi sumber pendapatan Negara yang signifikan.

 

“Kami menilai kinerja perusahaan melalui riset Bisnis Indonesia Consultant, terhadap seluruh laporan keuangan perusahaan, penjurian dilakukan terhadap dua jenis perusahaan (keuangan dan non-keuangan). Kami yakin bahwa penghargaan ini menjadi barometer bagi masyarakat dan pemerintah untuk menilai BUMN secara objektif,” ujar Hariyadi Sukamdani.