News Image

Pengelola Informasi & Dokumentasi (PID) BUMN Industri Pertahanan mengadakan pertemuan sharing session dengan Komisi Informasi Pusat (KIP).  Pertemuan yang dihelat pada Jumat, 21 Mei 2021 berlangsung di Kantor KIP Pusat dan diterima oleh Cecep Suryadi Komisiner Bidang Kelembagaan KIP.  Acara ini merupakan salah satu bentuk upaya dari BUMN Industri Pertahanan untuk terus meningkatkan level keterbukaan informasi publik.

 

Dalam sambutannya, Cecep Suryadi menerangkan bahwa masih banyak BUMN yang masuk dalam kategori tidak informatif.

 

“Masih banyak BUMN yang belum memberikan informasi perusahaannya yang dibutuhkan oleh masyarakat, tercatat ada 85% BUMN yang masuk dalam kategori tidak informatif, 6% kurang informatif, cukup informatif 7%, dan hanya 1% perusahaan yang masuk kategori informatif,” terang Cecep Suryadi.

 

Dalam pertemuan dengan KIP ini, PID BUMN Industri Pertahanan mendapatkan penyegaran pengetahuan tentang hal-hal apa saja yang harus dipublikasikan kepada publik sehingga masyarakat dapat mengawasi kinerja dan capaian BUMN sebagai badan publik.

 

Sementara itu, menurut perwakilan PID BUMN Industri Pertahanan Adi Prastowo dari PT Dirgantara Indonesia (Persero) mengatakan dalam sambutannya, poin penting dari sharing bersama KIP ini adalah pentingnya pemenuhan keterbukaan informasi bagi publik.

 

“BUMN Industri Pertahanan dapat meningkatkan level keterbukaan informasi publik dan pelayanan yang berkualitas,” ungkap Adi Prastowo.

 

Sebagaimana diketahui, sebagai perusahaan publik atau BUMN dituntut untuk menyampaikan informasi mengenai perusahaan kepada publik, di sisi lain sebagai industri pertahanan nasional, BUMN Industri Pertahanan turut memiliki kewajiban menyimpan beberapa informasi mengenai perusahaan kepada publik.

 

Oleh sebab itu, sharing session bersama KIP dipandang sangat bermanfaat bagi BUMN Industri Pertahanan dalam memilah hal-hal yang mesti diberikan kepada publik, tanpa merugikan keberadaannya sebagai industri pertahanan.  Langkah-langkah perbaikan internal ini sebagai bagian kesiapan dalam menyongsong Holding Industri Pertahanan yang akan diisi oleh PT Len Industri (Persero), PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT DAHANA (Persero) dan PT Pal Indonesia (Persero).