Selain DAHANA sebagai perusahaan besar yang bergerak dibidang bahan peledak, ada alasan lain yang membuat seorang Muhammad Helmi Faisal tertarik untuk berkarir dan mengembangkan potensi di DAHANA.  Menurut Helmi, ada kebanggaan tersendiri dapat bergabung dengan BUMN sebesar DAHANA.

 

“Rasanya bangga jika bisa berkontribusi bagi negara dengan cara bekerja di BUMN sebesar DAHANA, apalagi sektor bisnis DAHANA yang salah satunya adalah mengembangkan dan memproduksi bahan peledak untuk kebutuhan militer,” ujar Helmi.

 

Ditempatkan dibagian Perencanaan Perusahaan, Helmi optimis bisnis DAHANA kedepan bakal semakin berkembang, baik disektor komersial maupun sektor militer.

 

“Anggaran pemerintah untuk kementerian pertahanan itu masuk 3 besar, ini menandakan keseriusan pemerintah untuk mewujudkan kemandirian alutsista dalam negeri,” terang Helmi.

 

Selain sektor militer, pria lulusan ITB ini menyebutkan bahwa DAHANA pun terus membangun fasilitas produksi bahan peledak di sektor komersial.  Pembangunan pabrik yang saat ini sedang berjalan adalah pembangunan Pabrik Elemented Detonator di Subang dan Pabrik Amonium Nitrat di Bontang yang akan disusul oleh pabrik-pabrik lainnya.

 

Dengan didukung SDM yang mumpuni dan trampil dibidangnya masing-masing, Helmi optimis DAHANA dapat menghadapi tantangan-tantangan yang semakin ketat. Salah satu tantangan terbesar DAHANA adalah menciptakan teknologi-teknologi mutakhir dibidang industri pertahanan agar nantinya mampu bersaing dengan produk luar negeri.

 

“Dengan terus konsisten melakukan riset dan inovasi, saya yakin DAHANA bisa selalu menjadi pilihan utama konsumen baik dalam dan luar negeri,” pungkas Helmi. (rmt)