PT DAHANA (Persero) menghadirkan produk Amonium Nitrat (AN) dalam ajang Mining Indonesia 2026, salah satu pameran industri pertambangan terbesar di Asia Tenggara. Kehadiran produk ini menjadi bagian dari langkah strategis DAHANA dalam memperkuat portofolio sekaligus mendukung kebutuhan industri pertambangan, baik di pasar nasional maupun internasional.
Amonium Nitrat merupakan salah satu bahan baku utama dalam produksi bahan peledak yang digunakan untuk mendukung kegiatan pertambangan, kuari, konstruksi, serta industri minyak dan gas. Produk Amonium Nitrat DAHANA diproduksi melalui fasilitas pabrik yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton per tahun.
Direktur Teknologi & Pengembangan PT DAHANA, Irwan Ibrahim, mengatakan bahwa pabrik Amonium Nitrat di Bontang memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan bahan baku industri sekaligus membuka peluang pengembangan pasar global. “DAHANA memiliki pabrik Amonium Nitrat di Bontang dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton per tahun. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendukung kebutuhan industri nasional sekaligus memperluas pasar ke tingkat internasional,” ujar Irwan.
Komitmen DAHANA dalam mengembangkan pasar Amonium Nitrat telah diwujudkan melalui ekspor perdana yang dilaksanakan pada 18 April 2026. Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas jangkauan pasar produk DAHANA sekaligus meningkatkan daya saing industri bahan peledak nasional di tingkat global.
Melalui Mining Indonesia 2026, DAHANA memperkenalkan Amonium Nitrat kepada pelaku industri pertambangan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis, baik nasional maupun internasional. Keikutsertaan ini juga menjadi momentum bagi DAHANA untuk menunjukkan kapabilitas dalam menyediakan produk yang mendukung kebutuhan industri pertambangan.
Dengan dukungan kapasitas produksi yang kuat dan pengalaman di industri bahan peledak, DAHANA terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri nasional. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DAHANA memperluas kontribusi Indonesia dalam rantai pasok industri pertambangan global.