Mahasiswa Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Subang (Polsub) berkunjung ke PT Dahana, dalam rangka mempelajari teori dan praktik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang berlaku di dunia profesional. Rombongan mahasiswa Polsub diterima dengan hangat oleh Manajer Komunikasi Perusahaan Dahana, Tris Budiman, di Roundtable Dahana, Subang, pada Rabu, 26 November 2025.
Dalam sambutannya, Tris memperkenalkan profil PT Dahana yang lahir dari “Proyek Menang” dan berpindah ke Subang dari Tasikmalaya pada tahun 2012. Di Subang, Dahana mendirikan Energetic Material Center (EMC) yang menjadi fasilitas bahan peledak terbesar di kawasan Asia Tenggara.
“Bagi Dahana, K3 bukanlah sekadar aturan, melainkan napas dari operasional perusahaan. Karena kami bekerja verkaitan dengan aktivitas operasional berisiko tinggi maka keselamatan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Budaya safety ini tertanam mulai dari gerbang masuk hingga ke area produksi terdalam,” ujar Tris.
Kemudian peserta berkesempatan mendengarkan Senior Manajer K3L & Keamanan Dahana, Ivan Angga yang menjelaskan implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) Dahana. Ia memaparkan bagaimana Dahana mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, hingga melakukan pengendalian risiko di setiap operasi guna menjamin keamanan karyawan dan lingkungan.
Lebih lanjut, Ivan menuturkan bahwa praktik K3 di Dahana tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga kultural. Ia memberikan contoh-contoh nyata penerapan safety induction, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang spesifik sesuai zona bahaya, serta kesiapan tim tanggap darurat. Ivan menegaskan bahwa keberhasilan K3 diukur dari komitmen seluruh elemen perusahaan untuk saling menjaga dan mematuhi regulasi tanpa kompromi demi mencapai target Zero Accident.
Usai mendapatkan pemaparan teori di dalam ruangan, para mahasiswa diajak untuk melihat langsung implementasi lapangan melalui kunjungan ke area Ring 1. Dipandu oleh tim K3L, mahasiswa diperlihatkan bagaimana prosedur K3 diterapkan secara ketat di area paling vital tersebut. Pengalaman ini memberikan gambaran visual yang jelas bagi mahasiswa mengenai tata kelola keselamatan di area yang memiliki risiko tinggi.
Dosen pengampu mata kuliah K3 Politeknik Negeri Subang, Atika Romalasari, menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Dahana. Menurutnya, kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi di industri berisiko tinggi seperti Dahana merupakan pengalaman yang sangat berharga dan sangat bermanfaat bagi mahasiswanya.
“Saya berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori K3 di kelas, tetapi bisa melihat relevansinya di dunia nyata. Semoga setelah melihat standar tinggi yang diterapkan Dahana, mahasiswa memiliki kesadaran dan mentalitas safety yang kuat saat terjun ke dunia kerja nanti,” pungkas Atika.