PT DAHANA (Persero) mencatatkan capaian positif dalam penerapan tata kelola perusahaan dengan memperoleh skor 90,2 dan predikat “Sangat Baik” dalam Assessment Good Corporate Governance (GCG) Tahun Buku 2025.

Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan Exit Meeting Assessment GCG Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan secara daring, 23 September 2025 yang dihadiri oleh BP BUMN, PT LEN (Industri), Jajaran Dewan Komisaris PT DAHANA (Persero) dan Direksi PT DAHANA (Persero). Sebelumnya, DAHANA juga telah melaksanakan Pra-Exit Meeting di Jakarta, 17 September 2025.

Kegiatan Exit Meeting menjadi bagian penting dalam proses evaluasi penerapan tata kelola perusahaan. Selain mengevaluasi capaian yang telah diraih, kegiatan ini menjadi forum untuk membahas area of improvement, rekomendasi, serta langkah-langkah perbaikan yang konkret dan terukur guna meningkatkan kualitas penerapan GCG pada tahun berikutnya.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Sumber Daya Manusia PT DAHANA (Persero), Mohammad Nur Sodiq, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh organ perusahaan dalam memperkuat implementasi tata kelola.

“Capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh organ perusahaan dalam memperkuat implementasi tata kelola. Pelaksanaan assessment tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban perusahaan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengukur kualitas penerapan GCG, mengidentifikasi gap, serta merumuskan langkah perbaikan yang diperlukan secara berkelanjutan,” tutur Sodiq.

Menurutnya, penerapan GCG merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perusahaan dalam membangun pengelolaan perusahaan yang transparan, akuntabel, patuh, dan berkelanjutan.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Hary Irmawan menyampaikan bahwa capaian Assessment GCG Tahun Buku 2025 tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas upaya yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bagi seluruh Insan DAHANA untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas penerapan tata kelola perusahaan.

“Capaian ini patut kita syukuri dan menjadi bukti atas komitmen bersama dalam membangun tata kelola perusahaan yang semakin baik. Namun, skor yang diperoleh bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana prinsip-prinsip GCG benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja dan menjadi landasan dalam setiap proses bisnis serta pengambilan keputusan di Perusahaan. Ke depan, kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi dan area of improvement secara konsisten, sehingga penerapan GCG dapat terus mendukung kinerja, keberlanjutan, dan penciptaan nilai bagi Perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Hary.