{"id":12801,"date":"2021-02-25T01:27:33","date_gmt":"2021-02-24T18:27:33","guid":{"rendered":"https:\/\/dahana.id\/?p=12801"},"modified":"2023-06-26T19:21:12","modified_gmt":"2023-06-26T12:21:12","slug":"peledak-dawagel-telah-hadir-di-sektor-pertambangan-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dahana.id\/id\/peledak-dawagel-telah-hadir-di-sektor-pertambangan-umum\/","title":{"rendered":"Peledak DAWAGEL Telah Hadir di Sektor Pertambangan Umum"},"content":{"rendered":"<p>PT DAHANA (Persero) semakin massif memasarkan produk baru bahan peledak DAWAGEL.\u00a0 Setelah berhasil di sektor kuari, produk bahan peledak DAWAGEL kini telah merambah ke sektor pertambangan umum, tepatnya pertambangan batubara.\u00a0 Produk DAWAGEL telah teruji keandalannya di tambang batubara milik konsumen DAHANA di Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Kehadiran DAWAGEL ini tidak lepas dari situasi kekinian di sektor pertambangan.\u00a0 Eskalasi nilai jual komoditi mineral batubara sangat fluktuatif dan beberapa kali pada level sangat rendah. Pada kondisi ini memaksa pelaku bisnis pertambangan harus bisa menerapkan aplikasi penambangan yang efisien demi menekan biaya dengan tetap mempertimbangkan kaidah &#8211; kaidah pertambangan yang\u00a0 baik dan benar (good mining practice).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Direktur Operasi DAHANA Bambang Agung, salah satu elemen biaya dalam operasi penambangan adalah aspek pemberaian material bisa berupa kegiatan pemboran dan peledakan, dimana komposisi biaya elemen ini sekitar 20% dari seluruh biaya penambangan batubara. Sementara salah satu komposisi biaya terbesar dalam pemboran dan peledakan adalah elemen biaya bahan peledak utama, berupa Ammonium Nitrate yaitu sekitar 80%.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cAkhirnya DAHANA menginisiasi untuk mengembangkan sebuah produk bahan peledak yang bisa mengurangi kandungan AN dalam komposisinya dengan tetap\u00a0 mempunyai daya ledak ekuivalen dengan ANFO atau bahkan lebih besar. Dan saat ini telah berhasil dikembangkan\u00a0 bahan peledak cair dengan nama Dawagel yang memiliki berbagai kelebihan dari produk ANFO,\u201d ungkap Bambang Agung di Kawasan Energetic Material Center Dahana Subang (23\/02).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Keunggulan DAWAGEL ini diantaranya memiliki VOD lebih besar hingga lebih dari 20%.\u00a0 Hal ini terekam dalam lubang ledak 6 3\/4 inch = 4.844 m\/detik. (ANFO = 3.795 m\/detik).\u00a0 Selain itu, faktor pengembangan bisa mencapai 40% dalam lubang sehingga mengurangi jumlah penggunaan bahan peledak dan density lebih\u00a0 rendah dari ANFO yaitu di sekitar 0,7 &#8211; 0,75 gr\/cc sehingga energi lebih efektif untuk\u00a0 mengurangi getaran peledakan dan berat per meter kolom isi handak lebih rendah.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Dengan tetap memperhatikan kualitas hasil akhir yang menjadi kunci keberhasilan peledakan, produk ini mampu memberikan fragmentasi blast material dalam skala penambangan batubara (P60) antara 93-98%, dan recovery rata-rata lebih dari 98%.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKami berharap produk ini akan terus banyak digunakan di pasar pertambangan terutama batubara, sehingga biaya operasional penambangan bisa semakin seimbang dengan fluktuasi harga komoditi yang sangat tidak menentu,\u201d pungkas Bambang Agung.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, DAHANA merupakan BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak yang melayani sektor pertambangan umum, kuari dan konstruksi, minyak dan gas serta bahan peledak pertahanan.\u00a0 Melalui Energetic Material Center di Subang Jawa Barat, DAHANA terus melakukan inovasi produk dan layanan bahan peledak sesuai dengan kebutuhan konsumen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT DAHANA (Persero) semakin massif memasarkan produk baru bahan peledak DAWAGEL.\u00a0 Setelah berhasil di sektor kuari, produk bahan peledak DAWAGEL kini telah merambah ke sektor pertambangan umum, tepatnya pertambangan batubara.\u00a0 Produk DAWAGEL telah teruji keandalannya di tambang batubara milik konsumen DAHANA di Kalimantan Timur. \u00a0 Kehadiran DAWAGEL ini tidak lepas dari situasi kekinian di sektor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16522,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[1823,81],"class_list":["post-12801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-bahan-peledak-dawagel-id","tag-dahana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12801"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12801\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16522"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}