{"id":12350,"date":"2017-07-16T06:50:55","date_gmt":"2017-07-15T23:50:55","guid":{"rendered":"https:\/\/dahana.id\/?p=12350"},"modified":"2023-06-16T17:14:17","modified_gmt":"2023-06-16T10:14:17","slug":"pabrik-bahan-peledak-dahana-pindah-ke-subang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dahana.id\/id\/pabrik-bahan-peledak-dahana-pindah-ke-subang\/","title":{"rendered":"Pabrik Bahan Peledak DAHANA Pindah ke Subang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Raker Penjabaran RKAP 2017 PT DAHANA (Persero) yang dihelat pada Januari 2017 menjadi hari bersejarah bagi PT DAHANA (Persero). \u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada \u00a031 Januari 2017, DAHANA secara resmi merelokasi pabrik bahan peledak Cartridge Emulsion (CE) \u00a0yang berada di Ring I \u00a0Pabrik Tasikmalaya kawasan Lanud \u00a0Wiriadinata ini dipindahkan ke Kawasan Energetic Material Center (EMC), Kabupaten Subang.\u00a0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perpindahan pabrik CE ini ditandai dengan pembukaan selubung prasasti oleh Komisaris Utama PT DAHANA (Persero) Laksdya Widodo. \u00a0 Sebelumnya Widodo pun sempat meninjau lokasi Pabrik CE yang telah dibongkar, yang masih menyisakan rangka besi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Teknologi dan Pengembangan PT \u00a0DAHANA (Persero) Heri Heriswan menuturkan pabrik CE ini berdiri di Tasikmalaya sejak tahun 1991, dan mulai berproduksi pada 1993. Selama hampir 25 tahun, CE mampu memberikan profit bagi DAHANA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSampai saat ini CE masih merajai bahan peledak di Indonesia. Terakhir pada 2016, pabrik CE ini telah memproduksi sekitar 1.300 ton per tahun. \u00a0Ini artinya CE merupakan bisnis paling besar bagi DAHANA, yang menghidupi produksi dan kesejahteraan karyawan DAHANA,\u201d terang Heri. (31\/1\/2017)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perpindahan pabrik CE ke kawasan EMC juga mengiringi pengembangan teknologi. Heri mengungkapkan pabrik CE Tasikmalaya berproduksi dengan cara manual, \u00a0sedangkan CE yang telah berdiri di Subang sudah menggunakan mesin otomatis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerpindahan pabrik CE ke Subang juga disertai dengan pengembangan teknologi. Jika di sini (Tasikmalaya) untuk memproduksi 1300 ton CE \u00a0dibutuhkan 35 orang, sekarang akan lebih efisien hanya dengan sekitar 6 orang karyawan,\u201d ungkapnya. (SYA)<\/p>\n<div id=\"_mcePaste\" style=\"position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;\">Raker Penjabaran RKAP 2017 PT DAHANA (Persero) yang dihelat pada Januari 2017 menjadi hari bersejarah bagi PT DAHANA (Persero). \u00a0Pada \u00a031 Januari 2017, DAHANA secara resmi merelokasi pabrik bahan peledak Cartridge Emulsion (CE) \u00a0yang berada di Ring I \u00a0Pabrik Tasikmalaya kawasan Lanud \u00a0Wiriadinata ini dipindahkan ke Kawasan Energetic Material Center (EMC), Kabupaten Subang.\u00a0<\/div>\n<div id=\"_mcePaste\" style=\"position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;\">Perpindahan pabrik CE ini ditandai dengan pembukaan selubung prasasti oleh Komisaris Utama PT DAHANA (Persero) Laksdya Widodo. \u00a0 Sebelumnya Widodo pun sempat meninjau lokasi Pabrik CE yang telah dibongkar, yang masih menyisakan rangka besi.<\/div>\n<div id=\"_mcePaste\" style=\"position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;\">Direktur Teknologi dan Pengembangan PT \u00a0DAHANA (Persero) Heri Heriswan menuturkan pabrik CE ini berdiri di Tasikmalaya sejak tahun 1991, dan mulai berproduksi pada 1993. Selama hampir 25 tahun, CE mampu memberikan profit bagi DAHANA.<\/div>\n<div id=\"_mcePaste\" style=\"position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;\">\u201cSampai saat ini CE masih merajai bahan peledak di Indonesia. Terakhir pada 2016, pabrik CE ini telah memproduksi sekitar 1.300 ton per tahun. \u00a0Ini artinya CE merupakan bisnis paling besar bagi DAHANA, yang menghidupi produksi dan kesejahteraan karyawan DAHANA,\u201d terang Heri. (31\/1\/2017)<\/div>\n<div id=\"_mcePaste\" style=\"position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;\">Perpindahan pabrik CE ke kawasan EMC juga mengiringi pengembangan teknologi. Heri mengungkapkan pabrik CE Tasikmalaya berproduksi dengan cara manual, \u00a0sedangkan CE yang telah berdiri di Subang sudah menggunakan mesin otomatis.<\/div>\n<div id=\"_mcePaste\" style=\"position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;\">\u201cPerpindahan pabrik CE ke Subang juga disertai dengan pengembangan teknologi. Jika di sini (Tasikmalaya) untuk memproduksi 1300 ton CE \u00a0dibutuhkan 35 orang, sekarang akan lebih efisien hanya dengan sekitar 6 orang karyawan,\u201d ungkapnya. (SYA)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Raker Penjabaran RKAP 2017 PT DAHANA (Persero) yang dihelat pada Januari 2017 menjadi hari bersejarah bagi PT DAHANA (Persero). \u00a0 Pada \u00a031 Januari 2017, DAHANA secara resmi merelokasi pabrik bahan peledak Cartridge Emulsion (CE) \u00a0yang berada di Ring I \u00a0Pabrik Tasikmalaya kawasan Lanud \u00a0Wiriadinata ini dipindahkan ke Kawasan Energetic Material Center (EMC), Kabupaten Subang.\u00a0 Perpindahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15277,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[81,1128,82],"class_list":["post-12350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-dahana","tag-pabrik-bahan-peledak-id","tag-subang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12350"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12350\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dahana.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}