Dalam rangka meninjau kesiapan industri propelan guna mendukung kemandirian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI,  Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) melaksanakan kunjungan ke kawasan Energetic Material Center PT DAHANA (Persero) di Subang, Jawa barat pada Kamis, 14 Januari 2021. Rombongan berjumlah 9 orang diterima langsung oleh Direktur Utama DAHANA Budi Antono didampingi oleh Direktur Teknologi & Pengembangan DAHANA Wildan Widarman.

 

Budi Antono mengatakan, Dahana telah melakukan pembangunan pabrik bahan baku propelan seperti pabrik nitrogliserin, denitration unit, dan acid plant (NACSAC). Dahana juga membangun berbagai fasilitas pendukung industri propelan seperti gardu trafo listrik, water treatment plant, laboratorium, dan fasilitas uji balistik. Baik pembangunan pabrik maupun fasilitas pendukungnya tersebut merupakan amanat dari Kementerian Pertahanan untuk mewujudkan kemandirian industri propelan di tanah air.

“Selain itu, hal ini juga didukung oleh posisi geografis DAHANA yang memiliki lahan luas, dekat dengan akses tol, bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban serta dekat sumber bahan baku pendukung,” ujar Budi.

 

Sementara itu, Letjen TNI (Purn) Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A selaku ketua bidang Litbang & Standardisasi KKIP dalam sambutanya juga menyampaikan dukungan KKIP terhadap program pembangunan pabrik propelan di DAHANA. Menurut Yoedhi, tim akan memberikan laporan kepada pimpinan terkait hasil peninjauan hari ini.

 

“Intinya kami ingin memberikan yang terbaik dan tentunya solusi-solusi terbaik agar proyek pembangunan pabrik propelan ini bisa berjalan dengan baik,” terang Yoedhi.

 

Propelan sendiri adalah bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB), maupun bahan bakar roket. Kebutuhannya di dalam negeri selama ini diimpor dari Luar Negeri, sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo. Untuk itu pembangunan Industri propelan menjadi salah satu 7 Program Unggulan Nasional guna mewujudkan kemandirian Industri Pertahanan. (rmt)