Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo beserta rombongan mengunjungi Kantor Manajemen Pusat DAHANA yang merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang Jawa Barat. Kunjungan Pangdam Siliwangi diterima oleh Direktur Utama DAHANA, Wildan Widarman yang didampingi oleh Direktur Teknologi & Pengembangan Suhendra Yusuf RPN, DIrektur Keuangan, MR dan SDM Ahyanizzaman pada Selasa, 12 Juli 2022.

 

Dalam sambutannya, Wildan menyampaikan rasa terima kasih dan hormatnya kepada Pangdam III Siliwangi yang telah berkunjung ke DAHANA. Menurutnya, DAHANA dengan TNI memiliki kaitan yang sangat erat. DAHANA tergabung dengan DEFEND ID sebagai holding BUMN Industri Pertahanan, serta kawasan DAHANA yang masuk ke dalam Objek Vital Nasional.

 

“Selamat datang Pak Pangdam, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami dikunjungi oleh Pandam III Siliwangi beserta jajaran. DAHANA memiliki kaitan erat dengan TNI, DAHANA sendiri lahir dari Rahim TNI AU melalui proyek menang, dan awalnya berkantor di Tasikmalaya, namun karena kebutuhan pengembangan, pada Agustus 2012, Kantor Pusat DAHANA resmi pindah ke Subang,” tutur Wildan.

 

Sebagai bagian dari industri pertahanan, DAHANA juga turut memproduksi produk-produk yang digunakan oleh seluruh matra angkatan pertahanan Indonesia. Bersama dengan PUSSENIF TNI, DAHANA mengembangkan Senjata Lawan Tank, DAHANA juga sedang mengembangkan produk rudal untuk menghadapi serangan udara seperti pesawat dan helicopter. Selain itu, DAHANA sejak lama juga telah menciptakan berbagai produk militer seperti Bomb P Series, dan Roket Pertahanan.

 

Di kawasan Objek Vital Nasional tersebut, DAHANA memiliki berbagai macam pabrik high explosive, seperti cartridge emulsion, detonator, DANFO, dan lain sebagainya. Wildan juga menjelaskan keunggulan produk Non Electric Detonator besutan DAHANA yang sangat aman.  Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan munisi, DAHANA juga sedang membangun pabrik bahan baku peledak berupa Amonium Nitrat dengan kapasitas produksi 75.000 ton di Bontang Kalimantan Timur.

 

Dalam kunjungannya, Pangdam III Siliwangi menyampaikan, kedatangannya ke DAHANA berkaitan dengan pendataan, karena di Jawa Barat, terdapat banyak Objek Vital Nasional, dimana jalur komunikasi, jalur transportasi, hingga jalur operasional berlangsung cukup tinggi.

 

“Paling tidak, dengan kunjungan saya beserta rombongan dapat memberikan detterent effect, sehingga dapat mengurangi orang-orang yang berkendak lain menjelang tahun politik, dan menghadapi isu nasional serta internasional,” ungkap Kunto Arief.

 

Kunto Arief juga menjelaskan, pihaknya memiliki satuan operasional dalam penyelenggaraan fungsi penjinakkan bahan peledak. Organisasi yang membawahi nuklir, radiologi, dan kimia, serta organisasi yang membawahi perlawanan elektronika. Kunjungannya tersebut juga diharapkan dapat mempererat kerjasama antara TNI dengan industri pertahanan terutama yang berada di kawasan Jawa Barat.