News Image

Kamis (6/12) Kantor Manajemen Pusat (Kampus) PT DAHANA (Persero) kedatangan puluhan karyawan Pertamina Hulu Energi (PHE), mereka merupakan peserta training yang digelar oleh PHE di Bandung, Jawa Barat.

“Kami sedang mengadakan training untuk rekan-rekan jajaran anak perusahaan PHE, di Bandung, Kunjungan ke DAHANA adalah untuk belajar dan meninjau pergudangannya, yaitu PLB,” ungkap Muryadi, Security Manager PHE kepada Dfile. (6/12/2018).

Lebih rinci Muryadi menuturkan, rombongan yang hadir di DAHANA ini merupakan peserta pelatihan tentang perizinan, pengamanan, dan pengawasan bahan peledak komersil. Salah satu materi yang diberikan pada pelatihan yakni tentang pergudangan.

“Untuk melihat bagaimana pergudangan yang sesuai standar aturan, maka kami ajak para peserta melihat pergudangan handak yang ada di DAHANA,” terang Muryadi.

Alasan datang meninjau gudang DAHANA, terang Muryadi selain lokasinya dekat dengan tempat pelatihan, salah satu anak perusahaan PHE pun tengah menggunakan fasilitas gudang DAHANA.

“Anak perusahaan PHE ada yang memanfaatkan penggunaan gundang DAHANA, jadi sekalian saja kami melihat bagaimana pergudangannya,” imbuhnya.

Rombongan pun dengan didampingi Aditya Prima Dewayana, Senior manajer Operasi & Pelayanan Pelanggan Divisi Migas, diajak melihat dan masuk ke pergudangan DAHANA yang ada di Kawasan Energetic Material Center (EMC).

Sebagaimana disampaikan oleh Aditya Prima, DAHANA dalam lini bisnisnya memiliki layanan pergudangan, yang bisa dimanfaatkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas.

Dalam hal ini DAHANA menyediakan sarana pergudangan yang aman untuk penyimpanan bahan peledak dan aksesoris lainnya. Lokasi pergudangannya pun sangat strategis, tersedia di Subang, Balikpapan, Banjarmasin serta Samarinda, dan telah dilengkapi standar pengamanan yang baik sesuai dengan standar industri serta kapasitas yang besar untuk menyimpan bahan peledak, detonator dan aksesoris handak lainnya.

Sejak tahun 2016 PT Dahana memperoleh fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) dari Pemerintah. Hal ini akan sangat membantu dan memudahkan dalam penyediaan bahan peledak, khususnya handak Migas.

Ada beberapa perbedaan layanan antara Gudang Berikat (GB) dengan PLB seperti; di PLB masa timbun bisa sampai 3 tahun dan bisa diperpanjang sedangkan di GM masa timbun dibatasi hanya 1 tahun. PLB dapat mamfasilitasi penyelesaian fasilitas masterlist dalam industri Migas yang mana tidak dapat dilakukan di GB. (SYA)